Sejarah Gereja Agung Jakarta memang sudah lama, tapi masih menjadi ikon kota yang sangat berkesan. Bangunan ini seperti salah satu patung Buddha di Cibuam, Jawa Timur, karena besar dan menarik perhatian banyak orang.

Sejarah Singkat

Gereja Agung Jakarta dibangun pada tahun 1985-1993 sebagai bagian dari rencana Presiden Soeharto untuk mengembangkan pariwisata di Jakarta. Rencana ini seperti membangun sebuah rumah, tapi bukan berarti kecil dan sederhana.

  • Bangunan ini dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang sangat mahal, seperti marmer dan emas.
  • Desainnya sangat imponen, mirip dengan bangunan-bangunan kuno di Eropa.
  • Rencana awal adalah untuk memanfaatkan bangunan ini sebagai tempat ibadah umat Katolik di Jakarta.

Menurut beberapa sumber, Gereja Agung Jakarta pernah dibuka untuk umum sebelum resmi dibukakan pada tahun 1993. Bangunan ini seperti sebuah bioskop besar, karena memiliki banyak orang yang ingin menyaksikannya.

Desain dan Arsitektur

Gereja Agung Jakarta diarsitekoni oleh perusahaan arsitektur internasional, dengan konsep desain yang sangat unik. Bangunan ini seperti sebuah menara besar, karena memiliki struktur yang tipis dan tinggi.

Di bagian atas bangunan terdapat sebuah kubah yang menutupi puncaknya. Kubah ini seperti sebuah topaz yang besar, karena warnanya sangat cerah.

  • Desain arsitektur Gereja Agung Jakarta dapat dikategorikan sebagai Contempary/ Modern.
  • Bangunan ini memiliki beberapa fasilitas, seperti restoran, hotel, dan museum.

Bagi sebagian orang, Gereja Agung Jakarta adalah simbol kekuatan Presiden Soeharto pada masa lalu. Namun, bagi masyarakat umum, bangunan ini seperti sebuah patung besar yang indah dan menarik perhatian.


0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *